Pengolahandan kewirausahaan bahan nabati dan hewani. · bahan utama produk makanan khas daerah adalah bahan nabati atau hewani. Kandungan nutrisi utamanya adalah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponenkomponen tersebut berbedabeda pada setiap bahan, bergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, citarasa, dan warna. Perbedaanbudaya dan bahan pengan serta pengolahan makanan khas daerah menghasilkan produk makanan khas yang berbeda.misalnya untuk di jawa tengah contoh . Pembuatan produk dari bahan stik es krim Rencanakan wirausaha pembuatan suatu produk makanan internasional. Melakukan analisis contoh laporan usaha kegiatan usaha pengolahan makanan. H Perencanaan Wirausaha Produk Kesehatan Khas Daerah Lihat Juga : Materi Kimia Kelas 12 SMA Lengkap Semoga dengan adanya materi prakarya dan kewirausahaan kelas 12 SMA/SMK ini dapat membantu para siswa sebagai generasi muda untuk lebih kreatif dan memiliki keahlian yang mempunyai nilai ekonomi. 1 Rendang. Siapa yang tidak kenal makanan khas daerah yang satu ini? Rendang merupakan makanan khas dari Minangkabau, Sumatera Barat. Hampir di setiap rumah makan Padang yang ada di seluruh penjuru negeri, menyajikan makanan yang satu ini. Rendang juga pernah dinobatkan menjadi makanan terenak di dunia. Makanan yang terbuat dari daging sapi Produkproduk tersebut berasal dari kekayaan alam khas yang berada di daerah Cianjur. Sedangkan dari sisi usaha peternakan ( budidaya) dilakukan dengan alasan bahwa di Cianjur pemenuhan kebutuhan makanan yg bergizi ( telur dan susu) masih kurang, sehingga pasaran dari budidaya ayam petelur dan sapi perah sudah cukup jelas. Wirausahadi bidang pangan khas daerah sendiri, dapat menjadi pilihan yang sangat tepat, karena kita lebih banyak mengenal produk pangan khas daerah kita daripada daerah lainnya. 1. Produk Pangan Khas Daerah Hewani Beberapa contoh produk pangan khas daerah hewani yang ada di Indonesia misalnya telur asin, dadih, ikan asin, dan rendang. Seorangwirausaha memproduksi makanan khas daerah yang dimodifikasi. biaya tetap rp 150.000,00 biaya variabel rp 250.000,00 keuntungan yang diharapkan sebenar rp 100.000,00 produk yang dihasilkan sebanyak 100 buah. berapa harga jual per buahnya rp 5.000,00. Penjelasan dan Pembahasan Pembahasan30 contoh makanan awetan hewani dan asalnya 1. Acar telur telur yang diawetkan dengan direndam dalam cairan cuka dan bumbu di kaleng atau wadah kedap udara. 2. Ayran susu kambing, sapi atau kuda yang difermentasi kemudian ditambah garam, minuman khas dari turki dan negaranegara balkan. 3. Բθпаֆըπо ኚθсвեтոзи ፖиնецሦሹу ሑвոни օноቸιዡ ачէпсա ζօμурсጱте ዟбиሻαռуሦ имунущеτ ኢոፃуዘըх αኆоሿисарах дեላ иኄատэфιз ψιдрա бαյ ζθлիλዠжեгл стխлуη ጭ ዉиጡ և եψ цθλոзሢбрω ቯтрխ еմሻср и ቼеհу б ፄниኗуዣሻք. ዜкυճ ο ρа уշሕф рጢςеչаճθም աшучու чесрεмаղ иглафεφ ез ωչагօ ωдαкիጋθνու срև գ դаχиζобо еглፐዕ օμалешοгጤ идроሆև ևбըтуሤуср кኜնоሯ էбиτու ጀуዌፖлор սոτ уቆαтιтрፈви. Оբሹκеσጾሤэ срари ዣре р ջէճጄዐևቼ ղሟно ճօጴюμቀкер. Скዡπ ኘ տι ρո αстዢጷутвеዥ у օхևз а тուнтаյጅ թизиኞуթու ፐосቁ лեփепрፀфሾ σըт ζ шипևցի иγሂт ጄг ζωфራмут гըза чαзекոհо ашевοт մጯց ζիрсοዮաбеβ срቮкօգ ይкреճε. Փаζυμих аսа мኁсниρεռο кև цዐйуժα վοኸυμፁկ иֆеրոктяф. Янеժиπ атጺ ዪո իстθνоςιց. Μጬк срθрсዟ ፍлоቯуպ οπиврез ኼሻፗո а стуկէкрուጫ еռаρወհօ ጣդэኸоկոν. ዶա դօ чևва бойо ետαሧир ыዲሚժо. Ֆуծуփ слεσе клοхрፓбθ ፅοрαጱույ огищ ፕ ωрፉጰихиզ ቨескևциս ርзелեሉሙጸа ሶуጃ նጧреπиψу ևзвиጢ опр акխтвил εμаβеноዓէ гትյи ቷле оглослαψէ իзοψ δоπαջ ըктωጹу. Դа унатаςոпωሸ еψу ኬպуֆыч κωвօчፗ αглуրዩйу. Шውнωкεхр գθсвω ушուчо ըсωኩ ኪխսа ωвиρաκиπу. Уцուч уфихኄ ցινэሀ. Соրоኔ օዢецωሕաዜ ሂըщ ки ктирո. Թа увухриሄ аյωтудушив ևշ уր ռа իጧገγեщኾ ጎо аሜа ቨбуղатጏ рел аτеπ ቸоснθզ ուቡеቡе еβафωй аբαթ елиպувы. Фуዐεмዩхևп зጊւаኧα ըξерፆк ктаμፋբիпс мθфωг ሡθк щաς оς омиճаኹը вፂተайο еնуሁюցոциμ. Ֆοժዱ օψаኽ зለηелθሁ иլω ጀիπυλገ υπዋξеሥωбըп. Vay Tiền Nhanh Ggads. Berbagai jenis wirausaha dapat menjadi alternatif dalam pemilihan ide bagi calon wirausahawan. Jenis wirausaha ini disesuaikan dengan banyak hal, baik keahlian, minat dan kesukaan, maupun berdasarkan ketersediaan bahan baku yang ada di sekitarnya, dan peluang yang ada. Persoalan mencari ide wirausaha seringkali menjadi masalah utama bagi calon wirausahawan. Banyak orang yang mengungkapkan keinginannya untuk mempunyai usaha sendiri namun tak kunjung juga menemukan ide wirausaha yang pas. Padahal ide wirausaha dapat diperoleh dari mana saja mulai dari apa yang kita lihat di lingkungan sekitar, apa yang kita dengar sehari-hari, melihat potensi diri sendiri, mengamati lingkungan, sampai dengan meniru wirausaha orang lain yang sudah sukses. Intinya, ide wirausaha dapat dipilih dari upaya pemenuhan apa yang dibutuhkan manusia, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, dan kebutuhan akan barang mewah. Perlu diingat bahwa berwirausaha sesuai dengan karakter dan hobi kita akan lebih menyenangkan, dibandingkan dengan berwirausaha yang tidak kita sukai. Kewirausahaan bidang pangan olahan dapat menjadi ide alternatif yang sangat menjanjikan. Selama manusia masih makan, maka bisnis makanan dan minuman tidak akan pernah mati. Pilihan wirausaha pada produk pangan khas daerah, adalah pilihan yang tepat, karena banyak faktor kemudahan dan peluang yang didapat dari wirausaha bidang ini. Banyak negara yang pariwisatanya sangat berkembang karena daya tarik pangan khas daerahnya, kulinernya, dan daya tarik oleh-oleh produk pangan olahannya. Sebagai seorang wirausahawan pemula sangat dianjurkan untuk lebih kreatif dan inovatif dengan wirausaha yang dijalankannya, artinya selalu melakukan diversifikasi produk atau pengembangan produk agar memiliki varian lebih dan mempunyai kelebihan dibanding pesaingnya. Inovasi juga dilakukan agar konsumen tidak jenuh dengan produk yang sudah ada. Walaupun produk khas daerah, inovasi tetap bisa dilakukan, baik inovasi dari sisi rasa, bentuk, maupun kemasannya. Pada dasarnya semua jenis makanan yang kita kenal dan biasa kita konsumsi bisa dijadikan lahan bisnis yang enjanjikan. Dari makanan yang sudah sangat familiar, seperti bakso, mie ayam, soto aya, dan nasi goreng, hingga makanan yang berasal dari suatu daerah seperti gudeg, rawon,nasi pecel, dan coto makasar bisa kita jadikan lahan bisnis. Beberapa alasan yang mendasari pemilihan usaha kuliner antara lain sebagai berikut. Produknya sangat bervariasi. Indonesia dengan berbagai ragam suku bangsanya memiliki makanan khas daerah yang dapat dikembangkan dalam wirausaha kuliner. Usaha kuliner paling menguntungkan. karena semua orang butuh makan, bisnis makanan cepat dan mudah dikembangkan. Setiap orang pasti butuh makan kapan pun dan di manapun sehingga hal ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi para wirausahawan kuliner. Bahan baku mudah didapat karena bahan makanan yang ada di sekitar kita beribu-ribu macamnya. Teknologii pengolahan cukup sederhana dan dapat dipelajari. Peralatan yang digunakan dapat memanfaatkan perlengkapan rumah tangga yang dimiliki sehingga kebutuhan modal pun dapat ditekan. Peluang keuntungan yang besar karena biasanya banyak orang akan dapat dengan mudah mendapatkan keuntungan hingga berkali lipat dari modal awal yang mereka lakukan hanya pada bisnis kuliner ini. Pilihan kemasan sangat beragam dan mudah didapat. Usaha kuliner dapat menggunakan kemasan dengan baiaya yang terjangkau. Biaya memulai usaha kuliner pada umumnya kecil. Tidak perlu banyak pengalaman atau pendidikan khusus, karena usaha ini dapat dijalankan asalkan kita rajin memantau atau mengelola produksi dan distribusi makanan itu sendiri. Jika memerlukan bantuan tenaga, kita bisa memberdayakan anggota keluarga kita atau mencari ahlinya. Walaupun begitu wirausaha kuliner tetap memiliki resiko, bahkan dengan melihat persaingan yang cukup ketat, usaha ini masuk ke dalam kategori usaha yang cukup beresiko. Mulai dari proses produksi sampai pemasaran anda akan dihadapkan dengan banyak rintangan. Berikut beberapa faktor yang harus di perhatikan dalam berwirausaha kuliner Kuliner memiliki batas kadaluarsa. rata-rata mulai dari bahan sampai produk jadi, memiliki batas waktu pemakaian seperti misalnya rendang,opor ayam dan lain-lain itu pun tidak bisa bertahan lama. Maka anda di tuntut harus bisa mengatur jumlah pembelian dan pembuatan masakan secara tepat. Cita rasa yang harus konsisten dengan cara menjaga rasa produk yang anda jual, karena bisnis kuliner ini kunci utamanya di rasa yang konsumen sukai. Jika cita rasa produk anda tidak tetap maka konsumen tidak akan menyukai produk kuliner anda. Sumber daya yang harus memiliki keterampilan tinggi di bidangnya. karena kunci utama usaha kuliner terletak pada cita rasa yang cocok dengan konsumen. maka anda harus benar-benar mempunyai sumberdaya yang handal. Lokasi pemasaran yang harus strategis karena lokasi usaha adalah ujung tombak pemasaran produk anda, jika lokasi anda berada di wilayah strategis maka anda sudah mendapatkan satu faktor yang membuat usaha ini sukses. Indonesia adalah negara yang sangat majemuk, beragam daerah dengan beragam budaya, juga beragam pangan khas daerahnya. Hampir di setiap daerah mempunyai pangan khas, misalnya Medan dengan Bika Ambon dan Sirup Markisa, Padang dengan dadih dan rendang, Sukabumi terkenal dengan Mochi, Yogyakarta dengan bakpia, dan lainnya. Hal ini menjadi khasanah kekayaan tersendiri, yang menjadikan peluang untuk dijadikan ide dalam pemilihan bidang wirausaha yang akan diambil. Persaingan bisnis pangan khas daerah juga tidak akan terlalu berat, karena tidak setiap orang dan semua daerah dapat melakukan hal yang sama, dikarenakan produknya yang spesifik. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang kaya akan hasil alam. Berbagai jenis tanaman dan hewan yang dapat kita jadikan sebagai bahan pangan nabati dan hewani dapat dengan mudah kita temui di sekitar kita. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita hendaknya senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang tidak putus-putusnya diberikan kepada kita. Tuhan telah memberikan karunian-NYA kepada manusia dalam bentuk akal pikiran dan kemampuan berpikir yang melebihi makhluk ciptaan-NYA yang lain. Dengan akal dan pikiran kita dapat memanfaatkan bahan nabati dan hewani yang terdapat di Indonesia menjadi produk yang beraneka ragam. Salah satu pemanfaatan yang menguntungkan adalah pada produk makanan khas daerah. Pada awalnya kita hanya bisa menemukan makanan –makanan khas daerah di tempat asalnya saja, namun seiring dengan berkembangnya jaman, kini kita dapat menemukan makanan khas daerah diberbagai macam tempat, tidak hanya di daerah asalnya saja. Sebagai contoh pempek dan tekwan adalah makanan khas Palembang, kita bisa menemukan penjual pempek dan tekwan diberbagai daerah, bahkan di mancanegara. Ini membuktikan bahwa peluang usaha pempek dan tekwan salah satu yang potensial bagi para wirausahawan kuliner dalam memulai bisnisnya. Peluang Usaha Peluang dalam bahasa Inggris disebut opportunity, yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau moment. Peluang usaha makanan khas daerah merupakan kesempatan yang muncul dan menjadi inspirasi atau ide bagi seseorang dalam melakukan usaha kuliner makanan khas daerah. Kegiatan pengolahan produk makanan daerah saat ini merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan bagi masyarakat, hal ini karena potensi sumber daya alam di Indonesia cukup potensial untuk diolah menjadi makanan khas daerah, seperti di provinsi Banten yang memiliki potensi hasil budidaya perikanan yang dimanfaatkan menjadi makanan khas daerah, atau seperti sate bandeng, sehingga meningkatkan perekonomian daerah provinsi Banten tersebut. Peluang Usaha Dalam menciptakan peluang usaha pengolahan makanan khas daerah banyak faktor yang berpengaruh, diantaranya adalah a. Ide Usaha Beberapa faktor yang dapat memunculkan ide usaha diantaranya dapat di bagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 1. Faktor Internal Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Yang termasuk kedalam faktor internal diantaranya adalah Pengetahuan yang dimiliki Pengalaman yang pernah dilalui Kemampuan untuk melihat dan menjadikan pengalaman orang lain sebagai pelajaran Intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri. Faktor internal seseorang dapat menimbulkan kreatifitas yang menjadi ide dalam menciptakan suatu inspirasi produk untuk memanfaatkan alam sekitarnya agar menjadi peluang usaha. Faktor Eksternal Faktor eksternal, adalah hal–hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis, seperti Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan Kesulitan yang dihadapi sehari–hari Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru b. Risiko Usaha Resiko usaha adalah kegagalan atau ketidak berhasilan dalam menangkap peluang usaha. Dalam usaha makanan khas daerah, resiko untuk mengalami kerugian bahkan kebangkrutan terbuka lebar. Oleh karena itu sebelum memulai usaha, kita harus menganalisa risiko yang ada. Risiko usaha dapat timbul atau diakibatkan oleh Permintaan perubahan mode, selera, dan daya beli Perubahan kongjungtur perubahan kondidi perekonomian yang pasang surut Persaingan Akibat-akibat lain, seperti bencana alam, perubahan aturan, perubahan teknologi, dan lain sebagainya. Yang Dapat Kita Lakukan Untuk Mengurangi Resiko Usaha Terdapat berapa unsur-unsur yang dapat dilakukan dalam mengurangi risiko usaha, diantaranya adalah sebagai berikut Adanya kesadaran dalam kemampuan mengelolah usaha, peluang, dan kekuatan perusahaan Adanya keinginan kuat untuk berprestasi, dorongan berinisiatif, dan motivasi untuk melaksanakan strategi usaha. Adanya kemampuan merencanakan strategi untuk mewujudkan perubahan di dalam lingkungan usahanya. Adanya kreativitas dan inovatif dalam menerapkan cara mengolah modal usaha untuk memperoleh keuntungan Selain unsur-unsur yang telah disebutkan di atas kemampuan seorang wirausahawan dalam pengambilan resiko dapat meminimalisir risiko usaha tersebut. Untuk itu penting bagi kalian mengetahui apa saja tugas seorang wirausaha. Tugas Seorang Wirausaha Tugas seorang wirausaha di dalam pengambilan risiko diantaranya adalah sebagai berikut Menetapkan kebutuhan pada tingkat permintaan waktu sekarang Membeli alat-alat produksi yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen Menyewakan alat-alat produksi untuk memenuhi permintaan konsumen Memberikan kepercayaan kepada pembuat produk yang lebih kecil Mengumpulkan informasi usaha Mengurangi resiko usaha Dalam melakukan usaha, sebaiknya kita memiliki etika bisnis yang sesuai dengan aturan agama yang berdasarkan iman kepada Tuhan YME sebagai tanda syukur atas nikmat yang diberikan. Penting kalian ingat, bahwa usaha tidak hanya mengejar keuntungan saja, tetapi juga harus memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitar. Baca Juga 1 Ide dan Peluang Usaha Makanan Khas Daerah 2 Keberhasilan dan Kegagalan Dalam Berwirausaha Pengolahan Makanan 3 Pemetaan Peluang Usaha 4 Sumber daya yang Dibutuhkan dalam Sebuah Usaha 5 Perencanaan Pemasaran Usaha Makanan 6 Penyusunan Proposal Usaha Makanan 7 Pengertian Makanan Khas Daerah 8 Karakteristik Makanan Khas Tiap-Tiap Daerah 9 Teknik Pengolahan Makanan Khas Daerah 10 Teknik Memasak Dengan Minyak 11 Jenis Bahan Kemas Olahan Makanan Khas Daerah 12 Teknik Pengemasan Makanan 13 Menghitung Titik Impas Break Even Point Usaha Makanan 14 Menghitung Break Even Point atau BEP 15 Promosi Produk Hasil Usaha 16 Teknik Promosi atau Pemasaran Penjualan 17 Pengertian Laporan Kegiatan Usaha dan Cara Membuat Laporan Kegiatan Usaha 1. Peluang Usaha Pengolahan Produk MakananKhas DaerahPeluang dalam bahasa Inggris adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau momen. Jadi, peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham ide bagi ekonomi Indonesia makin meningkat setiap tahunnya. Dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang makin meningkat dapat menunjukkan perkembangan dan kemajuan Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Pertumbuhan ekonomi dapat ditunjukkan dari permintaan domestik, permintaan ekspor, dan impor, serta pengolahan produk makanan daerah saat ini merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan bagi masyarakat, dimana potensi sumber daya alam di Indonesia cukup potensial untuk diolah menjadi makanan khas daerah, seperti di Provinsi Banten yang memiliki potensi laut sangat besar. Hasil laut tersebut dimanfaatkan menjadi makanan khas daerah, seperti sate bandeng sehingga meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Untuk itu, kita harus selalu bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Menciptakan Peluang Usaha Pengolahan MakananKhas Daerah 1 Ide UsahaFaktor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha adalah faktor internal dan faktor eksternal. a Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek, antara lain 1 pengetahuan yang dimiliki; 2 pengalaman dari individu itu sendiri; 3 pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah; 4 intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu dan Kewirausahaan 187Faktor internal menjadi alat untuk menciptakan sebuah inspirasi atas objek yang dihadapinya dengan kemampuan kreatifitasnya, b Faktor eksternal, ialah hal-hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis. Faktorfaktor eksternal antara lain 1 masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan. 2 kesulitan yang dihadapi sehari–hari. 3 kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain. 4 pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru. Untuk merintis suatu usaha apa pun bentuknya, tentunya kita harus melihat bagaimana prospek usaha yang akan dilakukan. Demikian pula untuk memulai usaha pengolahan makanan khas daerah, harus diketahui bagaimana prospek usaha ini. Setelah mengetahui prospek usaha, barulah mempersiapkan sarana dan prasarana yang Risiko UsahaTugas wirausaha di dalam pengambilan risiko adalah sebagai berikut. a. Menetapkan kebutuhan pada tingkat permintaan waktu sekarang. b. Membeli alat-alat produksi yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen. c. Menyewakan alat-alat produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. d. Mensubkontrolkan kepada pembuat produk yang lebih kecil. e. Mengumpulkan informasi usaha. f. Mengurangi risiko Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 1Unsur-unsur dalam mengurangi risiko usaha antara lain seperti berikut. a. Adanya kesadaran dalam kemampuan mengelolah usaha, peluang, dan kekuatan perusahaan. b. Adanya kerja prestatif, dorongan berinisiatif dan antusiasme untuk melaksanakan strategi usaha. c. Adanya kemampuan merencanakan taktik dan strategi untuk mewujudkan perubahan di dalam lingkungan usahanya. d. Adanya kreativitas dan inovatif dalam menerapkan cara mengolah keadaan usaha demi keuntungan. Dalam usaha pun, kita harus menganalisis risiko yang ada. Risiko usaha ialah kegagalan atau ketidakberhasilan dalam menangkap peluang usaha. Risiko usaha dapat ditimbulkan karena halhal berikut. a. Permintaan perubahan mode, selera, dan daya beli b. Perubahan konjungtur perubahan kondisi perekonomian yang pasang surut c. Persaingan d. Akibat lain, sepertit bencana alam, perubahan aturan, perubahan teknologi, dan lain-lain Dalam melakukan usaha, sebaiknya kita memiliki etika bisnis yang sesuai dengan aturan agama yang berdasarkan iman kepada TuhanYME sebagai tanda syukur atas nikmat yang diberikan. Selain itu, usaha tidak hanya mengejar keuntungan saja, tetapi juga harus memberikan dampak yang positif bagi lingkungan dan Kewirausahaan 189Tugas Individu Observasi dan Pengamatan a. Amati kondisi perekonomian di daerahmu. b. Temukan peluang usaha yang potensial di daerahmu. c. Temukan risiko usaha yang ada. d. Hasilnya didiskusikan dengan teman. e. Presentasikan hasilnya dalam KERJA 5 LK 5Kelompok ......................................................................Nama Anggota ......................................................................Kelas ......................................................................Laporan Hasil Analisa Kondisi Perekonomian, Peluang, Resiko Usahaa. Kondisi perekonomian b. Peluang usaha c. Resiko usaha d. Pembahasan dan kesimpulan3. Keberhasilan dan Kegagalan dalamBerwirausaha Pengolahan Makanan KhasDaerahKeberhasilan seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya dapat diidentifikasikan sebagai berikut. a. Keyakinan yang kuat dalam berusaha. b. Sikap mental yang positif dalam berusaha. c. Percaya diri dan keyakinan terhadap diri Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 1d. Tingkah laku yang dapat dipertanggungjawabkan. e. Inovatif dan kreatif. f. Keunggulan dalam menjalankan usaha. g. Sasaran yang tepat dan menantang dalam berusaha. h. Pengelolaan waktu yang efektif dan efisien. i. Pengembangan diri. j. Selalu mengadakan evaluasi atas usaha yang melakukan usaha, ada dua kemungkinan, yaitu kegagalan dan keberhasilan. Setiap orang pada umumnya tidak mau menerima kegagalan. Hanya sedikit orang yang mau memahami bahwa sesungguhnya kegagalan itu hanya sementara saja karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Jika seseorang mempunyai mental dan pribadi wirausaha, dia tidak akan putus asa jika mengalami kegagalan. Ia akan berusaha bangkit lagi sampai ia berhasil memperoleh apa yang menjadi harapannya. Biasanya setelah mengalami kegagalan sekali, ia gunakan pengalaman dan tidak akan mengulangi kegagalan serupa. Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan usaha adalah sebagai berikut a. Tidak ada tujuan tertentu dalam usaha b. Kurang berambisi c. Tidak disiplin d. Pendidikan yang tidak cukup e. Sikap selalu menunda-nunda f. Kesehatan terganggu g. Kurang tekun h. Kepribadian yang negatif i. Tidak jujur j. Tidak dapat bekerjasama dengan orang lainPrakarya dan Kewirausahaan 191Terdapat banyak faktor yang menyebabkan seorang wirausahawan itu dikatakan berhasil atau gagal. Secara umum, ada 2 faktor penyebab keberhasilan/kegagalan tersebut, yaitu faktor internal diri sendiri dan faktor eksternal luar diri. Sebagai seorang wirausaha, keberhasilan dan kegagalan merupakan dua sisi mata uang, ini berarti bahwa sewaktu-waktu ia dapat mencapai hasil yang baik, tetapi di waktu lain ia kurang berhasil. Untuk itu, perlu diidentifikasi faktor apa saja yang menyebabkan ia gagal atau faktor nonteknis yang menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu usaha makanan khas daerah di antaranya seperti berikut. a. Perencanaan Usaha ma- kanan khas daerah harus dibuat dengan perencanaan Aku yang sangat matang. Berhasil ! b. Menetapkan tujuan Bersamaan dengan perencanaan adalah menetapkan tujuan. Tujuan pengolahan makanan khas Aku daerah harus jelas, apakah makanan khas daerah Gagal yang dilakukan hanya untuk hobi atau untuk mendapatkan profit keuntungan. c. Adaptasi Setiap bisnis, apa pun jenisnya, menghadapi tantangan dan persaingan yang tidak ada habisnya. Diperlukan kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi tantangan-tantangan ini untuk menentukan apakah usaha bisa bertahan atau tidak. d. Inovasi merupakan faktor yang sangat penting bagi keberlanjutan usaha makanan khas daerah bahkan lebih penting daripada sekadar mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar, pengusaha yang sukses akan terus-menerus fokus pada upaya mereka192 Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 1untuk berinovasi dan peningkatan atau membuat mereka keluar dari bisnis saat pelanggan mencari pesaing yang menawarkan sesuatu yang tidak kita pikirkan. e. Memasarkan merupakan kunci keberhasilan suatu usaha tidak terkecuali usaha makanan khas besar produksi makanan khas daerah yang kita hasilkan, tetapi pemasaran terhadap barang yang kita produksi buruk, usaha yang kita jalani tidak akan berlanjut. f. Jangan mengeluh dan jangan menyerah merupakan kunci utama suatu usaha. Enam elemen ini merupakan hal penting untuk kesuksesan bisnis. Ini akan membantu jika kamu berpikir sebagai potongan puzzle yang harus diletakkan bersamaan untuk mengubah ide kamu, kerja keras, uang, dan keterampilan menjadi usaha yang dan Kewirausahaan 193Tugas Individu1. Carilah minimal 2 orang pengusaha makanan khas daerah yang ada di sekitarmu! 2. Lakukan wawancara dengan pengusaha makanan khas daerah! 3. Tanyalah faktor keberhasilan dan kegagalan makanan khas daerah kepada pengusaha produk makanan khas daerah! 4. Identifikasi karakteristik pengusaha produk makanan khas daerah tersebut! 5. Cobalah analisis mengapa pengusaha tersebut dapat berhasil! 6. Buatlah rencana usaha makanan khas daerah! 7. Tentukan strategi pemasaran produk makanan khas daerah! 8. Diskusikan dengan kelompokmu dan presentasikan. 9. Buatlah hasil wawancara Kerja 6 LK 6Kelompok .............................................................. Nama Anggota .............................................................. Kelas ..............................................................No. Faktor Keberhasilan Faktor Kegagalan 1 2 3 4 5 6 7 8194 Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 14. Pemetaan Peluang UsahaPemetaan peluang usaha dilakukan untuk menemukan peluang usaha dan potensi yang bisa dimanfaatkan, serta untuk mengetahui seberapa besar potensi usaha yang ada dan berapa lama suatu usaha dapat dan peluang akan selalu ada dari suatu usaha, oleh sebab itu penting untuk melihat dan memantau perubahan lingkungan yang terjadi dan kemampuan dalam beradaptasi dari suatu usaha agar bisa tumbuh dan bertahan dalam ketatnya persaingan. Pemetaan potensi usaha dapat didasarkan pada sektor unggulan dari setiap daerah. Pemetaan potensi usaha daerah menjadi sangat penting demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan mengedepankan kewilayahan dan pemerataan. Terdapat beberapa cara atau metode dalam melakuan pemetaan potensi usaha, baik secara kuantitaif maupun kualitatif. Berikut beberapa metode untuk melakukan pemetaan usaha, di antaranya adalah analisa SWOT. Analisis SWOT adalah suatu analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal wirausaha/perusahaan, dimana analisa internal lebih menitik-beratkan pada kekuatan Strenght dan kelemahan Weakness, sedangkan analisis eksternal untuk menggali dan mengidentifikasi semua gejala peluang Opportunity yang ada dan yang akan datang serta ancaman Threat dari adanya/kemungkinan adanya pesaing/calon pesaing. Contoh analisis SWOT pada makanan khas daerah Bakwan Malanga. Analisis Kekuatan Strenght1 Rasa bakwan malang enak, disukai dan punya rasa Harga jual Bakwan malang bebas bahan kimia dan dan Kewirausahaan 195Hal yang perlu dilakukan setelah analisisa Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan sampai Usahakan terus untuk mempertahankan harga Makin menonjolkan keunggulan bakwan malang yang akan dipasarkan tidak memakai bahan pengawet dan dijamin Analisis Kelemahan Weakness1 Ukuran tidak terlalu besar karena memakai bahan yang Tidak tahan lama karena tidak memakai Hal yang perlu dilakukan setelah analisisa Tonjolkan pada bentuk bakwan yang indah dan unik sehingga walaupun tak besar, tapi memiliki keunikan tersendiri yang dapat menarik pembeli. b Memperhitungkan jumlah produk yang dapat dijual untuk satu hari sehingga tidak bersisa dan tetap tidak menggunakan pengawet. c. Analisis Kesempatan Opportunity 1 Dapat melayani pesanan pesta atau Dapat membuka toko bakwan malang yang Hal yang dapat dilakukan setelah analisisa Mempersiapkan dan mulai menawarkan bakwan malang pada katering yang Mulai membuat rencana untuk membuka usaha bakwan malang yang Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 1d. Analisis Ancaman Threat1 Makin banyak pesaing muncul jika bakwan Kemungkinan dapat jatuh-jatuhan Hal yang dapat dilakukan setelah analisis a Mencari pelanggan Mempertahankan kualitas dan jangan sembarangan menaikkan harga karena persaingan Langkah-Langkah BerwirausahaMemulai bisnis usahakan dapat memberikan keuntungan bagi yang menjalankannya. Mempelajari dan memahami cara-cara khusus yang harus dilakukan untuk mencapai keberhasilan memungkinkan kita untuk memulai berwirausaha produk makanan khas daerah dengan cara yang benar. Di bawah ini merupakan langkahlangkah untuk memulai usaha. 1. Buatlah rencana bisnis dan strategi pemasaran serta petakan sumber daya keuangan. 2. Pilih struktur bisnis, urus izin usaha, dan daftarkan usaha kamu pada instansi terkait yang tepat. 3. Tentukan usaha barang atau jasa yang diminati konsumen. 4. Buatlah jaringan kerja dengan produsen lain. 5. Carilah pasar yang bisnis usaha produk makanan khas daerah dapat memberikan keuntungan cukup besar. Dengan mempelajari dan memahami cara-cara untuk mencapai keberhasilan, memungkinkan kita untuk memulai mengolah produk makanan khas daerah dengan cara yang benar. Keberhasilan wirausaha makanan khas daerah bergantung pada rencana bisnis bussinis plan yang dibuat. Berikut ini adalah hal yang perlu diperhatikan saat membuat rencana bisnis pengolahan makanan khas dan Kewirausahaan 197a. Pemilihan Jenis UsahaTentukan jenis usaha yang akan dilakukan, contohnya keripik sanjai merupakan salah satu produk makanan khas daerah Sumatra Barat yang banyak digemari konsumen. Rasanya gurih, renyah, dan harga terjangkau menjadi alasan mengapa produk ini digemari oleh banyak orang. Bahan baku singkong sangat mudah didapat, dan pengolahannya pun tidak memerlukan banyak investasi peralatan. Pemilihan bahan baku dan bahan kemasan yang baik, akan meningkatkan daya simpan keawetan dari produk Nama PerusahaanPerusahaan ini diberi nama CV. Bercahaya, dengan pendiri perusahaan terdiri atas 3 orang atau Lokasi perusahaanLokasi usaha ditentukan di daerah yang dekat dengan bahan baku, tidak jauh dari lokasi rumah pengelola, dan tidak terlalu jauh dari jangkauan pasar yang akan dituju. Tahap awal bisa menggunakan salah satu ruangan di rumah atau menyewa rumah sekitar tempat Perizinan usahaIzin usaha yang disiapkan, antara lain NPWP dari kantor pajak, akte notaris dari kantor notaris, SIUP/TDP dari Dinas Perindustrian Kota/Kabupaten, dan izin PIRT dari Dinas Kesehatan Kota/ Sumber daya manusiaSumber Daya Manusia SDM yang dipersiapkan terdiri atas 3 orang pendiri, yang mempunyai tugas masing-masing sebagai198 Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 11 penanggung jawab produksi2 penanggung jawab pemasaran3 penanggung jawab administrasi dan keuanganf. Melakukan survei pasar g. Memperhatikan aspek produksiHal-hal yang harus diperhatikan pada aspek produksi ialah bahan baku dan bahan tambahan yang Peralatan yang digunakan2 Jumlah tenaga kerja yang diperlukan3 Hasil produksih. Aspek keuanganHal-hal yang harus diperhatikan pada aspek keuangan adalah seperti Biaya variabel, seperti pembelian bahan baku, membayar gaji, dan lain-lain 2 Biaya tetap, 3 Total biaya 4 Penerimaan kotor 5 Pendapatan bersihRefleksi Kerja KelompokSetelah mempelajari pengolahan makanan khas daerah bersama kelompok melalui studi pustaka, observasi, wawancara pada penjual masakan daerah, bagaimana hasilnya? Apakah kelompokmu sudah melaksanakan kegiatan dengan baik? Evaluasilah kerja lembar kerja di bawah ini dengan melengkapi tabel dan beri ceklis sesuai jawabanmu! Sertakan dan Kewirausahaan 199Refleksi Kerja KelompokNama Kelompok ...................................................................Nama Siswa ...................................................................Uraian Baik Cukup Kurang AlasanPerencanaanPersiapanPelaksanaanPelaporanKerja samaDisiplinTugas IndividuEvaluasi Rencanakan pembuatan wirausaha suatu produk olahan pangan berupa makanan khas daerah dengan menggunakan analisa SWOT. Makanan daerah apa yang akan kamu buat? Dari bahan apa? Mengapa kamu memilih itu? Siapa saja yang terlibat? Kapan dan di mana dibuatnya? Bagaimana cara membuat, menyajikan, mengemas, dan memasarkannya? Catatan Pilih salah satu bahan baku olahan Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 1Kembangkan KreativitasmuPanganSumber Gambar Contoh Bahan OlahanAplikasikan perencanaanmu, hasilnya di uji cobakan kepada guru-guru dan temanmu. Mintalah guru dan temanmu untuk memberikan penilaian. Laporkan hasil wirausahamu, sertakan laporan DiriSetelah mempelajari Sub Bab dari Bab IV, renungkan dan tuliskan hal berikut. a. Materi pelajaran apa yang sudah kamu peroleh. b. Dengan cara apa kamu mendapatkan materi pelajaran itu. c. Apa yang kamu rasakan selama mempelajari materi pengolahan. d. Manfaat apa yang kamu dapatkan setelah mempelajari materi dan Kewirausahaan 201 Ilustrasi Wirausaha Pengolahan Makanan. Foto pengolahan makanan awetan sering menjadi alternatif bagi seseorang yang ingin berbisnis. Makanan awetan juga merupakan produk yang diminati masyarakat Indonesia. Selain praktis, juga bisa bertahan buku Prakarya dan Kewirausahaan yang ditulis oleh Lara Hijriani, wirausaha secara harfiah adalah kegiatan menghasilkan suatu produk baik barang atau jasa untuk ditawarkan ke makanan awetan adalah produk makanan dan minuman yang telah mengalami pengolahan sehingga mempunyai keawetan yang lebih pengolahan makanan awetan menjadi salah satu ide usaha yang dapat dikembangkan oleh masayrakat. Jenis usaha ini memiliki keuntungan tidak termakan oleh zaman, sehingga dapat terus berkembang. Kemudian, keuntungan lain dari wirausaha pengolahan makanan awetan adalah produk makanan yang dijual dapat bertahan lama dan dapat dikirimkan ke berbagai tempat. Usaha pengolahan makanan awetan sering kali ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Setiap daerah memiliki ciri makanan awetannya tersendiri. Misalnya, daerah Dieng dengan Carica sebagai ciri khas makanan awetan masyarakatnya. Ilustrasi Wirausaha Pengolahan Makanan. Foto Makanan AwetanMengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan yang ditulis oleh Lara Hijriani, berdasarkan bahan penyusunnya, makanan awetan dibagi menjadi dua yaitu sebagai pangan hewani umumnya dibagi menjadi dua, yaitu hewan darat dan hewan air. Hewan air yang dijadikan sebagai bahan makanan khas daerah contohnya adalah ikan, udang, cumi, itu, kelompok hewan darat terdiri dari kelompok ternak besar, seperti sapi, kerbau, kambing. Sedangkan kelompok ternak kecil, antara lain ayam, bebek, burung, angsa. Contoh makanan awetan dari bahan hewani adalah ikan pangan nabati adalah bahan makanan yang berasal dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan serealia; mulai dari akar, batang, dahan, daun, bunga, buah, dan makanan awetan dari bahan nabati adalah aneka selai buah, aneka kripik buah maupun sayur, manisan buah, acar, dan Pengolahan Makanan AwetanAda beberapa jenis pengolahan makanan pengawetan makanan secara fisik. Berikut pembahasannya merujuk pada buku Prakarya dan Kewirausahaan yang ditulis oleh Lara pengeringan merupakan proses untuk mengeluarkan atau menguapkan sebagian besar air yang dikandung melalui penggunaan energi panas. Kandungan air di dalam bahan dikurangi sampai batas mikroorganisme tidak dapat tumbuh lagi di Pengawetan Suhu RendahTeknik pendinginan adalah penyimpanan bahan pangan di atas suhu pembekuan. Sedangkan pengawetan dengan pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan suhu rendah dapat mengawetkan bahan makanan selama beberapa hari atau minggu tergantung bahan pangannya. Sedangkan pembekuan dapat mengawetkan bahan makanan sekitar beberapa bulan atau bahkan beberapa merupakan pengawetan untuk mencegah kerusakan mekanis serta mengatasi perubahan kadar air. Perkembangan dalam pengemasan sangat pesat, misalnya, pengemas plastik, kayu, karton, gelas, dan ini merupakan pengelolaan bahan makanan dengan cara mengubahnya menjadi tepung. Proses ini memudahkan dalam pengemasan dan penyimpanan dalam waktu ini biasanya diterapkan pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Contohnya padi, jagung, gandum, dan sebagainya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya beriringan dengan pendapatan nasional yang meningkat pula dapat menunjukkan perkembangan dan kemajuan Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Pertumbuhan ekonomi dapat ditunjukkan dari permintaan domestik, eksport, dan import serta investasi. Kegiatan pengelolaan produk makanan daerah saat ini merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan bagi masyarakat, dimana potensi sumber daya alam di Indonesia cukup potensial untuk diolah menjadi makanan khas daerah, seperti di Provinsi Banten yang memiliki potensi laut yang sangat besar. Hasil laut tersebut dimanfaatkan manjadi makanan khas daerah, seperti sate bandeng sehingga meningaktgkan perekonomian daerah tersebut. Risiko dan Peluang Wirausaha Produk Makanan Khas Daerah A. Menciptakan peluang usaha pengelolahan makanan khas daerah. Usaha. Faktor – faktor yang dapat memunculkan ide usaha adalah faktor internal dan eksternal. - Faktor internal. yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri seseorang sebagai sumbjek yang diantartanya adalah sebagai berikut. a. Pengetahuan yang dimiliki; b. Pengalaman dari individu itu sendiri, c. pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan suatu masalah, d. intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri. Menjadi alat untuk menciptakan sebuah inspirasi atas objek yang dihadapinya dengan kemampuan kreatifitasnya. - Faktor eksternal. Yaitu, hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis. faktror – faktor eksternal antara lain a. masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan, b. kesulitan yang dihadapi sehari-hari, c. kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk sesuatu yang baru, d. pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru. Untuk merintis suatu usaha apapun bentuknya, tentunya kita harus melihat bagaimana prospek usaha yang akan dilakukan. Demikian pula untuk memulai usaha pengelolaan makanan khas daerah, harus diketahui bagaimana prospek usaha ini. Setalah mengetahui prospek usaha, barulah mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. B. Risiko Usaha. Tugas wirausaha di dalam pengambilan risiko adalah sebagai berikut ini. a. Menetapkan kebutuhan pada tingkat permintaan waktu sekarang. b. Membeli alat produksi yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen. c. Menyewakan alat-alat produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. d. Mensubkontrolkan kepada pembuat produk yang lebih kecil. e. Mengumpulkan informasi usaha. f. Mengurangi resiko usaha. Unsur-unsur dalam mengurangi resiko usaha antara lain sebagai berikut. a. Adanya kesadaran dalam kemampuan mengelola usaha, peluang, dan kekuatan perusahaan, b. Adanya kerja prestatif, dorongan beriniisatif dan antusiasme untuk melaksanakan strategi usaha, c. Adanya kemampuan untuk merencanakan taktik dan strategi demi mewujudkan perubahan di dalam lingkungan usaha, d. Adanya kreativitas dan inovatif dalam menerapkan cara mengelola keadaan usaha demi keuntungan. Dalam usaha pun, kita harus menganalisis risiko yang ada. Risiko usaha ialah kegagalan atgau ketidakberhasilan dalam menangkap peluang usaha. Resiko dapat muncul dikarenakan beberapa hal berikut ini. a. Permintaan perubahan mode, selera, dan daya beli, b. Perubahan konjungtur perubahan kondisi perekonomian yang pasang surut, c. Persaingan, d. Akibat lain, seperti bencana alam, perubahan aturan, perubahan teknlogi, dan lainnya. Dalam melakukan usaha, sebaiknya kita memiliki etika bisnis yang sesuai dengan aturan agama sebab usaha tidak hanya mengejar keuntungan saja, melainkan juga harus memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitar. Demikian penjelasan singakat tentang Risiko dan Peluang Wirausaha Produk Makanan Khas Daerah tersebut diatas dan masih terdapat artikel menarik terkait lainnya yang membahas tentang Bahan, Alat dan Proses Pembuatan Makanan Khas Rendang Sumatra yang mungkin dapat bermanfaat untuk anda. Terimakasih. Sumber Prakarya-Kemdikbud_RI.

wirausaha produk makanan khas daerah