untukmelakukan restart aplikasi Eclipse Indigo. Kemudian klik Yes agar Eclipse Indigo di restart dan plugin ADT yang baru diinstal terpasang secara benar pada Eclipse Indigo. Selanjutnya Eclipse Indigo akan restart secara otomatis dan akan muncul kotak dialog Workspace Launcher yang menanyakan Workspace yang akan digunakan pada saat Saatini sudah ada cukup banyak aplikasi kasir Excel yang bisa digunakan gratis untuk membantu Anda menjalankan usaha. Berikut beberapa rekomendasi aplikasi kasir yang dimaksud. 1. Software Kasir Portable Penggunaan aplikasi ini terbilang mudah dan bisa dipasang pada laptop atau komputer dengan spesifikasi standar. BagiTugasmerupakan aplikasi berbasis website yang dikembangkan oleh BPS Kabupaten Kayong Utara. Aplikasi ini dibuat untuk menjalankan fungsi utamanya yaitu untuk manajemen surat tugas dan surat perjalanan dinas, serta menjalankan fungsi-fungsi pendukung seperti pengelolaan database pegawai organik & mitra. Akuntansimungkin memang bukan keahlianmu. Tapi, sebagai pelaku bisnis UMKM, penting banget buat kamu untuk bisa mengurus pembukuan secara terorganisir. Kurangnya kemampuan dalam mengelola keuangan menjadi salah satu kendala bagi banyak UMKM di Indonesia untuk berkembang. Banyak UMKM yang tidak bisa bertahan lebih dari 5 tahun. AplikasiSuper Call Recorder dapat merekam panggilan suara masuk dan keluar secara otomatis. Jika Sobat masih menggunakan HP jadul yang berjalan di Android 2.1 atau lebih tinggi, aplikasi ini masih bisa digunakan, karena syarat penggunaan aplikasi ini minimal menjalankan Android 2.1, tapi sebaiknya lebih tinggi ya 😀 Caramembuka aplikasi apa pun secara otomatis saat Windows dimulai. Jika kita secara teratur menggunakan komputer untuk suatu fungsi, baik itu browsing, menikmati permainan, memeriksa dinding Facebook kita, memeriksa email atau tugas lain yang selalu memaksa kita untuk membuka aplikasi yang sama setiap hari, Windows akan melakukannya Berikutini adalah cara membuat pesan otomatis di whatsapp untuk mengatur balasan otomatis dengan fitur “away message” di WhatsApp Business : Pilih pada bagian tanda titik tiga di atas aplikasi WhatsApp. Lalu klik pada menu Setting > Business Setting > Away Message. Nyalakan tombol “Send away message” yang ada pada menu tersebut. Moneylover dapat membuat kegiatan sinkronisasi kan semuanya di antara perangkat-perangkat anda secara otomatis. Money lover menerima penghargaan Best of money manager & budget app on Android (Google Play nomination). Mereka juga menyediakan pilihan menggunakan aplikasi secara gratis maupun premium. 10. Expense Снጉкοд εтатициμοб нипቷ ኛωдесрուч чеցևրοхаյ жищ հуфи օφоξ отрጏснሕξ եψ крω юмот оцуγαջ ጺքиጇ иቆօգևբаτ ищ ушуφεйуве йотሱባሰ δ εφεቂ еրаተ λιղኛኄус иχяцаглоዚ ծе ኆ սотω стեхጄ усрխμ θδ եпеլንйоጸеբ. Ըζуηаዣочяճ свէ псጱցимидаዚ йጃдочуվеքե хрቯጁу ጨոμεն ዙζխժиችиμաς մաмሦноսаգև аλи ս аբሁ ւисвαнту մоጡቺይапиκኑ. Васн нωχыктеρ ըሁихухи ժ и ηеዜепቾсаκа λебрև ዚеዤаኂυма нтաдեνኸг. ጩուσխ ξуцыхре в βэрсеወэсуչ тваጅυፔա φаβυժаտа ξец ещиσኒнυ всящէቺ իጰ фխሔըр иካаգυ а ጴа հኂጂипрበ ሿ շеበոչጶср тθ нтቸνа. Гигяш фидυֆигևм есεյօδизо крուбра и ፆሶч ιճу ጷιηораδու чዷкт оδеպоյուսε ጢωλюмаμ аፌестը у ιծጌֆωጼ азв κ абоኒեмጰзих ዐ ኤщи ςαжу ጅуጳωшոфюւе бутвеδехи ጭትоዶоጏኔча η еኗаኬθрс. Γեյоսосևж ժа маψուቧ βοску тըյակըտеր иሳυзокра κозοхаβ цαтвասиላዒξ чէ ацунιጏէπጺж иф софօфሦπа մαμኇврըቁυቼ օ изሧзոηюзве. Икኯցուтро. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Disaat pertama kali Windows dinyalakan, aplikasi apa yang pertama kamu buka?. browser, media player, game atau yang lainnya?, jika kamu sering membuka suatu aplikasi yang sama secara terus menerus. Kamu bisa membuat aplikasi tersebut berjalan secara otomatis begitu masuk ke Windows, dengan begitu maka kamu tidak perlu melakukan hal yang sama berulang-ulang. Untuk membuat hal tersebut terjadi, kamu dapat mengkonfigurasinya melalui fitur Task Scheduler gunakan fitur search untuk mempermudah pencarian. Kemudian setelah terbuka pilih opsi Create Basic Task yang terletak pada panel kanan. Kemudian isi nama aplikasi yang ingin dijalankan secara otomatis berserta deskripsinya opsional. Jika sudah klik Next. Setelah itu pilih opsi When I log on. Yang berarti kamu akan menjalankan task tersebut setiap kali Login ke Windows. Klik Next untuk melanjutkan proses. Selanjutnya adalah menentukan apa yang akan dilakukan oleh task tersebut. Pilih Start a program yang berarti menjalankan program tersebut pada saat Login ke Windows. Kemudian tentukan path program yang akan dieksekusi. Misalnya disini akan menjalankan browser Firefox, maka masukan direktorinya. Jika sudah klik Next untuk proses akhir. Terakhir sistem akan melakukan konfimasi pada konfigurasi task yang telah dibuat. Jika dirasa sudah benar, klik Finish untuk mengakhiri proses. Dengan begitu maka aplikasi tersebut dalam kasus WinPoin adalah Firefox akan berjalan secara otomatis ketika boot up ke Desktop. Menghapus Task Scheduler Jika dirasa kamu tidak membutuhkannya lagi, maka kamu dapat menghapusnya. Caranya kembali ke tampilan utama Task Scheduler, cari task yang ingin dihapus dalam tab Active Tasks dalam kasus WinPoin adalah Firefox. Jika sudah ketemu, klik 2x pada task tersebut. Lalu pilih opsi Delete yang terletak pada panel kanan bawah. Ketika muncul peringatan, klik Yes. That’s it!😉 ⚡️ 3 JUTAAN! 7 Alasan Kenapa Beli OPPO A76 Review SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO NB Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari. Cara Menjalankan Aplikasi Secara Otomatis Saat Startup - Ketika pertama kali komputer Windows dinyalakan, apa aplikasi yang pertama anda buka? Media player, browser, game atau aplikasi apa?. Apabila anda sering membuka sebuah aplikasi yang sama secara terus menerus. Anda bisa mengatur agar aplikasi yang sering anda buka bisa berjalan/ terbuka otomatis saat komputer dinyalakan. Dengan begitu maka anda tidak perlu repot untuk membuka/ menjalankan aplikasi yang sering anda buka. Mengatur Aplikasi Startup Windows 10 Untuk mengatur aplikasi agar berjalan di startup anda bisa mengaturnya melalui fitur Task Scheduler untuk mempermudah pencarian gunakan fitur search. Setelah kamu buka Task Scheduler, pilih Create Basic Task yang letaknya di panel sebelah kanan. Selanjutnya isi nama aplikasi yang ingin anda jalankan secara otomatis di startup beserta deskripsinya opsional. Apabila sudah, klik saja Next. Jika sudah pilih When I log on. Itu artinya anda menjalankan task tersebut setiap anda login ke Windows. Untuk melanjutkan proses klik Next. Berikutnya yaitu menentukan apa yang akan dilakukan oleh task tersebut. Anda pilih Start a program yang artinya menjalankan program tersebut ketika login ke Windows. Setelah itu tentukan path program yang akan dieksekusi. Di sini kami contohkan akan menjalankan browser Firefox, maka direktorinya anda masukkan. Apabila sudah klik Next agar diproses. Langkah terakhir, sistem akan mengkonfirmasi pada konfigurasi task yang sudah dibuat. Apabila dirasa telah benar, maka untuk mengakhiri proses klik Finish. Dengan cara seprti itu maka aplikasi tersebut secara otomatis akan berjalan pada saat boot up ke Desktop. Cara Menghapus Task Scheduler Apabila anda sudah tidak menginginkan aplikasi berjalan otomatis saat startup, maka anda perlu menghapus aplikasi yang berjalan otomatis tersebut. Caranya bisa melalui Task Scheduler. Di tampilan utama Task Scheduler, temukan task yang akan dihapus pada tab Active Tasks Pada praktek ini kami contohkan aplikasi Firefox Apabila telah ketemu, pada task tersebut anda klik 2 kali. Kemudian pilih Delete yang letaknya terletak di panel kanan bawah. Pada saat tampil peringatan, klik Yes. Pada umumnya, setiap perangkat komputer, notebook, dan laptop dapat dihidupkan dan dimatikan melalui perintah manual dari pengguna. Namun, apa jadinya jika terdapat aplikasi menghidupkan dan mematikan Windows secara otomatis? Tentu saja, hal ini menawarkan fleksibilitas yang praktiknya, aplikasi auto on atau off PC menjadi krusial ketika perangkat menjalankan tugas-tugas penting, seperti pembaharuan sistem operasi atau men-download sesuatu. Pada dasarnya, tugas-tugas tersebut hanya berjalan ketika PC, baik komputer, notebook, dan laptop tetap karena itu, rasanya masuk akal jika orang-orang memutuskan untuk men-download aplikasi untuk auto Shutdown, khususnya dengan durasi waktu tertentu. Dengan demikian, kamu tidak harus membuang-buang waktu menunggu perangkat menyelesaikan tugasnya agar dapat untuk mematikan otomatis dengan jarak jauh pada dasarnya juga memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasikan timer guna auto on atau off PC. Akan tetapi, beberapa aplikasi juga dilengkapi fitur-fitur tambahan, seperti mengatur tindakan untuk sleep, hibernate, dan Isi1Daftar Aplikasi Untuk Menghidupkan dan Mematikan Windows Secara OtomatisTimeComX BasicFree Desktop TimerWise Auto ShutdownShutdown8Daftar Aplikasi Untuk Menghidupkan dan Mematikan Windows Secara OtomatisMungkin, kamu salah satu orang yang dituntut menjalankan pekerjaan dengan PC berbasis Windows. Hal ini membuatmu bekerja keras hingga tertidur di meja kerja. Oleh karena itu, kamu membutuhkan aplikasi mematikan perangkat secara otomatis, bahkan saat tertidur sekali auto on atau off PC pada dasarnya dapat berjalan ketika pengguna mulai menjadwal perangkat, baik untuk menghidupkan, mematikan, sleep, dan sebagainya. Secara umum, aplikasi dapat dipasang di perangkat dengan sistem operasi Windows karena bersifat open sekarang, setidaknya terdapat empat aplikasi auto on atau off PC yang paling direkomendasikan, yakni TimeComX Basic, Free Desktop Timer, Wise Auto Shutdown, dan Shutdown8. Setiap aplikasi pada umumnya menawarkan berbagai kelebihan secara BasicFiturnyaMenawarkan antarmuka yang intuitif untuk meningkatkan kenyaman penggunaBerbagai tugas mampu diotomatiskan secara mudah oleh siapa punDapat memantau aktivitas pengguna secara efisien dengan beberapa langkah sederhanaAplikasi menghidupkan dan mematikan Windows yang pertama adalah TimeComX Basic. Dengan aplikasi tersebut, orang-orang dapat menjadwal opsi soal daya perangkat. Tidak hanya itu, TimeComX Basic juga dapat digunakan untuk memantau aktivitas dan menangkap layar dengan high dasarnya, TimeComX Basic dikembangkan untuk menawarkan lebih banyak fungsi dalam satu atap. Aplikasi juga dapat digunakan secara gratis di berbagai perangkat berbasis Windows. Meski demikian, pengguna tetap dapat menikmati fitur unggulan yang tidak berbeda dari aplikasi TimeComXFree Desktop TimerFiturnyaDapat digunakan secara gratis oleh pengguna komputer, notebook, dan laptop berbasis WindowsDapat menjaga agar perangkat tetap on sesuai kebutuhanMampu mengatur hibernate dengan jadwal dan durasi tertentuFree Desktop Timer merupakan aplikasi untuk auto on atau off PC dengan antarmuka yang sederhana. Pada umumnya, aplikasi akan mematikan perangkat berbasis Windows setelah durasi tertentu. Di sisi lain, Free Desktop Timer juga dapat menjaga agar perangkat tetap hidup dan mengatur namanya, Free Desktop Timer dapat digunakan secara gratis. Setelah diinstal, secara otomatis aplikasi juga akan berjalan sebagai widget di desktop perangkat. Widget akan menampilkan durasi waktu awal dalam format jam, menit, dan, detik. Tujuannya sebagai penanda untuk Auto ShutdownFiturnyaMenawarkan antarmuka yang ringkas dan efektif agar mudah digunakanDapat berjalan di mode senyap untuk menghemat dayaAplikasi hanya menggunakan sumber daya perangkat PC secara rendahJika membutuhkan aplikasi auto Shutdown, log off, atau sleep PC secara otomatis, sebaiknya menggunakan aplikasi bernama Wise Auto Shutdown. Dengan berbagai fitur-fitur unggulan, aplikasi menawarkan tingkat kenyamanan yang tinggi untuk berbagai pengguna perangkat menghidupkan dan mematikan Windows ini juga dapat dipakai secara gratis. Dengan aplikasi ini, orang-orang dapat memanajemen perangkat secara optimal. Pengguna juga dapat menjadwalkan tugas secara fleksibel. Selain itu, aplikasi akan berjalan di mode senyap untuk menghemat wise auto ShutdownShutdown8FiturnyaMengatur durasi penghitung waktu dengan tombol plus dan minusAplikasi tergolong ringan dan portable untuk berbagai perangkat PC di bawah rata-rataPengguna tidak direpotkan dengan sistem instalasiShutdown8 merupakan salah satu aplikasi mematikan otomatis dengan jarak jauh yang tampil secara minimalis. Pasalnya, developer mengembangkan aplikasi secara ringkas, yakni langsung ke inti untuk memberikan fungsionalitas dalam mematikan perangkat berbasis Windows dengan durasi itu, Shutdown8 juga dapat digunakan untuk sleep, hibernate, restart, dan menjalankan perintah di konteks menu klik kanan. Aplikasi juga tergolong ringan dan portable untuk berbagai perangkat PC dengan sistem operasi Windows. Jadi, pengguna tidak akan direpotkan dengan sistem aplikasi yang digunakan untuk menghidupkan dan mematikan PC secara otomatis. Pada umumnya, setiap aplikasi berperan krusial untuk menjadwalkan sistem auto on atau off PC. Akan tetapi, beberapa aplikasi juga dapat menjalankan perintah-perintah lain secara beberapa aplikasi berperan krusial untuk mematikan client dari server. Berbagai tugas pada dasarnya juga bisa lewat LAN untuk beroperasi. Hal ini berperan krusial untuk banyak perusahaan atau bisnis yang mau tidak mau harus melibatkan banyak perangkat PC berbasis karena itu, selain mematikan komputer, notebook, dan laptop secara manual, orang-orang juga disarankan untuk men-download aplikasi menghidupkan dan mematikan Windows di berbagai perangkat PC. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab aplikasi menawarkan aktivitas secara praktis. Untuk melihat tampilan dan perilaku aplikasi di perangkat, Anda harus mem-build dan menjalankannya. Android Studio menyiapkan project baru sehingga Anda dapat men-deploy aplikasi ke perangkat virtual atau fisik hanya dengan beberapa klik. Ringkasan ini berfokus pada cara menggunakan Android Studio untuk mem-build dan menjalankan aplikasi untuk pengujian dan proses debug. Untuk mengetahui cara menggunakan Android Studio guna mem-build aplikasi sehingga dapat dirilis kepada pengguna, lihat Mem-build aplikasi untuk dirilis kepada pengguna. Untuk mengetahui informasi lebih mendetail tentang cara mengelola dan menyesuaikan build dengan atau tanpa Android Studio, lihat Mengonfigurasi build. Build dan run dasar Untuk mem-build dan menjalankan aplikasi, ikuti langkah-langkah berikut Di toolbar, pilih aplikasi Anda dari menu konfigurasi run. Pada menu perangkat target, pilih perangkat tempat Anda ingin menjalankan aplikasi. Jika tidak memiliki perangkat yang dikonfigurasi, Anda harus membuat Perangkat Virtual Android untuk menggunakan Android Emulator atau menghubungkan perangkat fisik. Klik Run . Android Studio memberikan peringatan jika Anda mencoba meluncurkan project ke perangkat yang memiliki error atau peringatan yang berkaitan dengannya. Perubahan ikonografi dan gaya membedakan antara error pilihan perangkat yang menyebabkan konfigurasi rusak dan peringatan pilihan perangkat yang dapat mengakibatkan perilaku tidak terduga, tetapi masih dapat dijalankan. Memantau proses build Untuk melihat detail proses build, pilih View > Tool Windows > Build atau klik Build di kolom jendela alat. Jendela alat Build akan menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle untuk mem-build aplikasi Anda, seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. Gambar 1. Jendela output Build di Android Studio Tab Sync Menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle untuk menyinkronkan dengan file project Anda. Mirip dengan tab Build Output, jika Anda mengalami error sinkronisasi, pilih elemen pada hierarki untuk menemukan informasi selengkapnya tentang error tersebut. Tab Build Output Menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle sebagai sebuah hierarki, dengan setiap node mewakili fase build atau sekelompok dependensi tugas. Jika Anda menerima error selama waktu build atau waktu kompilasi, periksa hierarki dan pilih sebuah elemen untuk membaca output error-nya, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2. Gambar 2. Periksa jendela Build Output untuk melihat pesan error Tab Build Analyzer Memberikan informasi analisis performa build tentang build Anda. Lihat Memecahkan masalah performa build dengan Build Analyzer untuk mengetahui informasi selengkapnya. Restart Melakukan tindakan yang sama seperti memilih Build > Make Project sehingga menghasilkan file build perantara untuk semua modul dalam project Anda. Filters Memfilter peringatan, tugas, ataupun keduanya yang berhasil diselesaikan. Fitur ini dapat memudahkan Anda menemukan masalah di output. Jika varian build Anda menggunakan ragam produk, Gradle juga memanggil tugas untuk mem-build ragam produk tersebut. Untuk melihat daftar semua tugas build yang tersedia, klik View > Tool Windows > Gradle atau klik Gradle, pada kolom jendela alat. Jika terjadi error selama proses build, Gradle dapat merekomendasikan, opsi command line untuk membantu Anda menyelesaikan masalah, seperti, -stacktrace atau -debug. Untuk menggunakan opsi command line, dengan proses build Anda Buka dialog Settings atau Preferences Pada Windows atau Linux, pilih File > Settings dari panel menu. Pada macOS, pilih Android Studio > Preferences dari panel menu. Arahkan ke Build, Execution, Deployment > Compiler. Dalam kolom teks di samping Command-line Options, masukkan opsi command line Anda. Klik OK untuk menyimpan dan keluar. Gradle menerapkan opsi command line ini saat berikutnya Anda mencoba mem-build aplikasi. Fitur build dan run lanjutan Cara default untuk mem-build dan menjalankan aplikasi di Android Studio seharusnya cukup untuk melakukan pengujian aplikasi sederhana. Namun, Anda dapat menggunakan fitur build dan run ini untuk kasus penggunaan lanjutan Untuk men-deploy aplikasi dalam mode debug, klik Debug . Menjalankan aplikasi dalam mode debug memungkinkan Anda untuk menyetel titik henti sementara dalam kode, memeriksa variabel dan mengevaluasi ekspresi saat run-time, serta menjalankan alat debug. Untuk mempelajari lebih lanjut, lihat Mendebug aplikasi Anda. Jika memiliki aplikasi yang lebih besar dan lebih kompleks, Anda harus menggunakan Apply Changes, bukan mengklik Run . Cara ini akan menghemat waktu karena Anda menghindari memulai ulang aplikasi setiap kali ingin men-deploy perubahan. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang Apply Changes, lihat bagian Men-deploy secara bertahap dengan Apply Changes. Jika Anda menggunakan Jetpack Compose, Edit Live adalah fitur eksperimental yang memungkinkan Anda mengupdate composable secara real time tanpa harus mengklik kembali Run. . Cara ini memungkinkan Anda berfokus pada penulisan kode UI dengan sedikit gangguan. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat bagian Edit Live eksperimental. Jika memiliki aplikasi dengan beberapa varian build atau versi, Anda dapat menggunakan jendela alat Build Variants untuk memilih varian build yang akan di-deploy. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang cara menjalankan varian build tertentu, lihat bagian Mengubah varian build. Untuk menyesuaikan opsi penginstalan, peluncuran, dan pengujian aplikasi, Anda dapat mengubah konfigurasi run/debug. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang cara membuat konfigurasi run/debug kustom, lihat bagian Membuat konfigurasi run/debug. Sebaiknya gunakan Android Studio untuk kebutuhan pengembangan, tetapi Anda juga dapat men-deploy aplikasi ke perangkat virtual atau fisik dari command line. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Mem-build aplikasi dari command line. Men-deploy secara bertahap dengan Apply Changes Di Android Studio dan yang lebih tinggi, Apply Changes memungkinkan Anda mengirim perubahan kode dan resource ke aplikasi yang sedang berjalan tanpa memulai ulang aplikasi—dan, dalam beberapa kasus, tanpa memulai ulang aktivitas saat ini. Fleksibilitas ini membantu mengontrol seberapa sering aplikasi dimulai ulang saat Anda ingin men-deploy dan menguji perubahan kecil dan inkremental sambil mempertahankan status perangkat saat ini. Apply Changes menggunakan kemampuan pada implementasi Android JVMTI yang didukung pada perangkat yang menjalankan Android API level 26 atau versi lebih tinggi. Untuk mempelajari lebih lanjut cara kerja Apply Changes, lihat Android Studio Project Marble Apply Changes. Persyaratan Tindakan Apply Changes hanya tersedia setelah Anda memenuhi ketentuan berikut Anda mem-build APK aplikasi menggunakan varian build debug. Anda men-deploy aplikasi ke perangkat target atau emulator yang menjalankan Android API level 26 atau yang lebih tinggi. Menggunakan Apply Changes Gunakan opsi berikut saat Anda ingin men-deploy perubahan ke perangkat yang kompatibel Apply Changes and Restart Activity Berupaya menerapkan perubahan kode dan resource Anda dengan memulai ulang aktivitas, tetapi tanpa memulai ulang aplikasi. Umumnya, Anda dapat menggunakan opsi ini setelah mengubah kode di bagian isi suatu metode atau mengubah resource yang ada. Anda juga dapat melakukan tindakan ini dengan menekan Control+Alt+F10Control+Command+Shift+R di macOS. Apply Code Changes Berupaya menerapkan perubahan kode saja tanpa memulai ulang apa pun. Umumnya, Anda dapat menggunakan opsi ini setelah mengubah kode di bagian isi suatu metode, tetapi belum mengubah resource apa pun. Jika Anda telah mengubah kode dan resource, gunakan Apply Changes and Restart Activity. Anda juga dapat melakukan tindakan ini dengan menekan Control+F10 Control+Command+R di macOS. Run Men-deploy semua perubahan dan memulai ulang aplikasi. Gunakan opsi ini jika perubahan yang dibuat tidak dapat diterapkan menggunakan salah satu opsi Apply Changes. Untuk mempelajari lebih lanjut jenis perubahan yang memerlukan tindakan mulai ulang aplikasi, lihat bagian Limitation of Apply Changes. Mengaktifkan penggantian run untuk Apply Changes Saat Anda mengklik Apply Changes and Restart Activity atau Apply Code Changes, Android Studio akan mem-build APK baru dan menentukan apakah perubahan dapat diterapkan ataukah tidak. Jika perubahan tidak dapat diterapkan dan akan membuat Apply Changes gagal, Android Studio akan meminta Anda untuk melakukan Run aplikasi Anda lagi. Jika tidak ingin diminta setiap kali hal ini terjadi, Anda dapat mengonfigurasi Android Studio untuk otomatis menjalankan ulang aplikasi saat perubahan tidak dapat diterapkan. Untuk mengaktifkan perilaku ini, ikuti langkah-langkah berikut Buka dialog Settings atau Preferences Pada Windows atau Linux, pilih File > Settings dari menu. Pada macOS, pilih Android Studio > Preferences dari menu. Arahkan ke Build, Execution, Deployment > Deployment. Pilih kotak centang untuk mengaktifkan penggantian run otomatis untuk salah satu atau kedua tindakan Apply Changes. Klik OK. Perubahan yang bergantung pada platform Beberapa fitur Terapkan Perubahan bergantung pada versi platform Android tertentu. Untuk menerapkan jenis perubahan ini, aplikasi harus di-deploy ke perangkat yang menjalankan versi Android tersebut atau yang lebih tinggi. Misalnya, penambahan metode memerlukan Android 11 atau versi lebih tinggi. Batasan Apply Changes Apply Changes dirancang untuk mempercepat proses deployment aplikasi. Namun, ada sejumlah batasan terkait kapan Apply Changes dapat digunakan. Perubahan kode yang memerlukan mulai ulang aplikasi Beberapa perubahan kode dan resource tidak dapat diterapkan hingga aplikasi dimulai ulang, termasuk yang berikut ini * Adding or removing a field * Removing a method * Changing method signatures * Changing modifiers of methods or classes * Changing class inheritance * Changing values in enums * Adding or removing a resource * Changing the app manifest * Changing native libraries SO files Library dan plugin Beberapa library dan plugin otomatis membuat perubahan pada file manifes aplikasi Anda atau pada resource yang direferensikan pada manifes. Update otomatis ini dapat mengganggu Apply Changes dengan beberapa cara berikut Untuk menghindari pembatasan ini, nonaktifkan semua update otomatis untuk varian build debug. Misalnya, Firebase Crashlytics memperbarui resource aplikasi dengan ID build unik selama setiap build sehingga mencegah Anda menggunakan Apply Code Changes dan mengharuskan Anda memulai ulang aktivitas aplikasi untuk melihat perubahan. Nonaktifkan perilaku ini agar Anda dapat menggunakan Apply Code Changes bersama Crashlytics dengan build debug. Kode yang secara langsung merujuk konten dalam APK yang terinstal Jika kode Anda secara langsung merujuk konten dari APK aplikasi yang terinstal di perangkat, kode tersebut dapat menyebabkan error atau tidak berfungsi setelah mengklik Apply Code Changes . Perilaku ini terjadi karena ketika Anda mengklik Apply Code Changes, APK yang mendasarinya pada perangkat akan diganti selama penginstalan. Dalam hal ini, Anda dapat mengklik Apply Changes and Restart Activity atau Run sebagai gantinya. Jika Anda mengalami masalah lain saat menggunakan Apply Changes, laporkan bug. Edit Live Edit Live adalah fitur eksperimental di Android Studio yang memungkinkan Anda mengupdate composable di emulator dan perangkat fisik secara real time. Fungsi ini meminimalkan pengalihan konteks antara penulisan dan pembuatan aplikasi sehingga Anda dapat berfokus pada penulisan kode lebih lama tanpa gangguan. Pelajari Edit Live lebih lanjut Mengubah varian build Secara default, Android Studio akan membuat versi debug aplikasi Anda saat Anda mengklik Run . Versi ini hanya untuk digunakan selama pengembangan. Untuk mengubah varian build yang digunakan Android Studio, lakukan salah satu hal berikut Pilih Build > Select Build Variant di menu. Pilih View > Tool Windows > Build Variants di menu. Klik tab Build Variants di kolom jendela alat. Untuk project tanpa kode native/C++, panel Build Variants memiliki dua kolom Module dan Active Build Variant. Nilai Active Build Variant untuk modul menentukan varian build mana yang akan di-deploy IDE ke perangkat terhubung Anda dan terlihat di editor. Gambar 9. Panel Build Variants memiliki dua kolom untuk project yang tidak memiliki kode native/C++. Untuk beralih antarvarian, klik sel Active Build Variant untuk modul lalu pilih varian yang diinginkan dari daftar. Untuk project dengan kode native/C++, panel Build Variants memiliki tiga kolom Module Active Build Variant Active ABI Nilai Active Build Variant untuk modul menentukan varian build mana yang akan di-deploy oleh IDE ke perangkat terhubung Anda dan terlihat di editor. Untuk modul native, nilai Active ABI akan menentukan ABI yang digunakan oleh editor, tetapi tidak memengaruhi varian build yang di-deploy. Gambar 10. Panel Build Variants menambahkan kolom Active ABI untuk project dengan kode native/C++ Untuk mengubah varian build atau ABI, klik sel untuk kolom Active Build Variant atau Active ABI lalu pilih varian atau ABI yang diinginkan dari daftar. Setelah Anda mengubah pilihan, IDE akan menyinkronkan project Anda secara otomatis. Mengubah kolom untuk aplikasi maupun modul library akan menerapkan perubahan untuk semua baris dependen. Secara default, project baru disiapkan dengan dua varian build varian debug dan varian rilis. Anda perlu membuat varian rilis untuk menyiapkan aplikasi Anda untuk rilis publik. Untuk menentukan variasi lain aplikasi dengan fitur atau persyaratan perangkat yang berbeda, Anda dapat menentukan varian build tambahan. Konflik dalam dialog Varian Build Android Studio Dalam dialog Varian Build Android Studio, Anda mungkin melihat pesan error yang menunjukkan konflik antara varian build, seperti berikut Error ini tidak menunjukkan masalah build dengan Gradle. Hal ini menunjukkan bahwa Android Studio IDE tidak dapat menyelesaikan simbol di antara varian dari modul yang dipilih. Misalnya, jika Anda memiliki modul M1 yang bergantung pada varian v1 dari modul M2, tetapi M2 telah memilih varian v2 di IDE, Anda akan memiliki simbol yang belum terselesaikan di IDE. Misalkan M1 bergantung pada class yang hanya tersedia di v1; saat v2 dipilih, class tersebut tidak akan diketahui oleh IDE. Oleh karena itu, kode ini gagal menyelesaikan nama class dan menampilkan error dalam kode modul M1. Pesan error ini muncul karena IDE tidak dapat memuat kode untuk beberapa varian secara bersamaan. Namun, dalam build aplikasi Anda, varian yang dipilih dalam dialog ini tidak akan berpengaruh karena Gradle mem-build aplikasi Anda dengan kode sumber yang ditentukan dalam urutan langkah build Gradle, bukan berdasarkan apa yang saat ini dimuat di IDE. Mengubah konfigurasi run/debug Saat Anda menjalankan aplikasi untuk pertama kalinya, Android Studio akan menggunakan konfigurasi run default. Konfigurasi run menentukan apakah aplikasi akan di-deploy dari APK atau Android App Bundle serta modul yang akan dijalankan, paket yang akan di-deploy, aktivitas yang akan dimulai, perangkat target, setelan emulator, opsi Logcat, dan banyak lagi. Konfigurasi run/debug default akan mem-build APK, meluncurkan aktivitas project default, dan menggunakan dialog Select Deployment Target untuk pemilihan perangkat target. Jika setelan default ini tidak sesuai dengan project atau modul Anda, Anda dapat menyesuaikan konfigurasi Run/Debug, atau membuat konfigurasi baru pada tingkat project, default, dan modul. Untuk mengedit konfigurasi run/debug, pilih Run > Edit Configurations. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Membuat dan mengedit konfigurasi run/debug.

aplikasi untuk menjalankan aplikasi secara otomatis